Loading...

Penyebab dan Cara Mengatasi Susah BAB Pada Bayi

Halaman: 1 2 3

Bayi Sulit BAB Sejak Awal

Menurut Moerdiarto, konstipasi di masa transisi pemberian makanan padat bisa dibedakan penyebabnya. Bila karena suatu penyakit atau kelainan, maka kesulitan BAB itu berawal sejak ia lahir atau 2-3 bulan sebelum pengenalan makanan padat. Kelainan itu terlihat pula secara fisik. Inilah beberapa di antaranya:

Kelainan Hirschprung

Kelainan ini terjadi pada persarafan usus besar paling bawah. Secara anatomis, harusnya saluran pencernaan itu mampu melakukan pergerakan usus yang disebut gerakan peristaltik. Gerakan otomatis ini dipengaruhi sistem saraf parasimpatis yang berlangsung dari bagian atas usus ke bagian bawah.

Pada kelainan hirschsprung, di bagian bawah kolon atau usus besar tidak terdapat persarafan yang dapat menggerakkan usus, sehingga salurannya menjadi sempit. Akibatnya, kotoran tak bisa lewat dan bayi tak bisa BAB. Tumpukan kotoran akhirnya menyumbat usus di bagian bawah. Di situ akan timbul pembusukan yang bila dibiarkan akan menjadi tempat perkembangbiakan kuman, dan menimbulkan infeksi berupa radang usus.

Untuk itu perlu dilakukan koreksi dengan jalan operasi. Bagian usus yang tak ada persarafannya harus dibuang dan dibuatlah lubang di dinding perut (kolostomi), sesuai lokasi kerusakan usus. Gunanya untuk mengeluarkan feses. Nanti kalau ususnya sudah cukup panjang, bayi akan dioperasi lagi untuk menurunkan dan menyambungkannya langsung ke anus.

Sebetulnya, kelainan bawaan ini bisa diketahui sejak dini, yaitu bila bayi baru lahir tidak mengeluarkan mekonium atau tidak BAB dalam waktu 48 jam pertama. Sementara hampir semua bayi normal, dalam waktu 24 jam sudah mengeluarkan mekonium. Hirschsprung bisa diketahui secara persis antara lain dengan pemeriksaan foto abdomen.

Kelainan hipotiroid

Kelainan ini muncul apabila produksi kelenjar gondok kurang atau mungkin tidak sama sekali untuk menghasilkan hormon tiroid. Hipotiroid akan menyebabkan gangguan pencernaan, yang salah satunya berupa kesulitan BAB. Gejala fisik lainnya bisa dilihat dari pusar yang bodong, kulit yang kasar dan kering, otot-otot tubuh yang lemah, loyo, serta wajah yang khas seperti hidung pesek dan wajah membengkak. Bila tampak gejala seperti itu, maka mesti diperiksa berapa kadar tiroidnya di laboratorium.

Pengobatan bisa dilakukan dengan pemberian hormon tiroksin. Dosisnya tergantung usia. Hormon ini sangat mempengaruhi metabolisme tubuh, gerakan di usus pencernaan dan sebagainya, sehingga usus dapat berjalan normal kembali.

Diambil dari mail-archive.com yang ditulis oleh Novita Mulyanti pada Jum’at 01/08/2003.

loading...
Loading...
minyak uci uci, dulcolax untuk bayi 7 bulan, dulcolax untuk bayi, polosan doodle, buah apa yg oleh bayi belum bisa mencerna dalam enzimnya, kumpulan obat pelancar bab, baikkah bila minum kopi setiap hari

Penyebab dan Cara Mengatasi Susah BAB Pada Bayi | akbar | 4.5