Yang Harus Diketahui Tentang Virus Ebola

Beberapa waktu belakangan ini ramai dibicarakan mengenai munculnya jenis virus bernama virus Ebola. Virus Ebola adalah sejenis virus dari genus Ebolavirus, familia Filoviridae, dan juga nama dari penyakit.

Bagaimana cara penyebaran virus Ebola?
Secara alami, manusia bukanlah inang tempat perkembangbiakan virus Ebola. Adapun sumber penularan virus Ebola sebenarnya adalah dari hewan, demikian menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Namun ketika seseorang sudah terinfeksi virus Ebola, maka penyakit ini dapat menular dari orang ke orang melalui darah, liur, lendir, dan berbagai cairan yang dikeluarkan oleh tubuh lainnya.

Di negara-negara di mana Ebola telah terjadi, penyakit sering menyebar di antara para tenaga medis yang melakukan kontak dengan pasien tanpa pakaian pelindung atau masker. Pengunaan kembali jarum yang terkontaminasi juga bisa menjadi medium penularan virus Ebola.

Gejala yang muncul bila terkena virus Ebola
Secara umum, tahap pertama Ebola memang dimulai dengan gejala mirip flu. Namun, virus ini mendapatkan cap mengerikan karena menyebabkan pendarahan yang berujung kematian. Kebanyakan pasien Ebola justru meninggal karena dehidrasi dengan pendarahan minor yang terjadi pada gusi atau memar di beberapa bagian tubuh.

Jika Ebola tidak segera ditangani, dari gejala mirip flu, virus akan semakin melemahkan pertahanan tubuh dan membuat pasien mengalami dehidrasi parah dari muntah, diare, dan tekanan darah yang rendah. Pendarahan hanya akan muncul dalam tahap terakhir serangan Ebola. Pada akhirnya, pasien Ebola akan meninggal karena shock dan kegagalan fungsi multi organ.

Akibatnya bila seseorang terserangan virus Ebola
Ketika seseorang terserang virus ini maka akan menyebabkan pendarahan dalam dan di luar tubuh. Virus yang menyebar melalui tubuh, merusak sistem kekebalan tubuh dan organ dengan menyebabkan tingkat perdarahan CFR 80 persen sampai 100 persen. Selain itu, virus Ebola juga melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti yang dilakukan virus HIV yang menyebabkan AIDS.

Cara mencegah penularan / penyebaran virus Ebola
Langkah awal untuk mencegah penularan virus Ebola adalah dengan menghindari wilayah atau daerah yang diketahui sebagai pusat awal wabah terjadi. Cucilah tangan menggunakan sabun atau gunakan antiseptik yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol, hindari konsumsi daging hewan liar di dan dari negara berkembang. Juga sebaiknya hindari membeli atau memakan binatang liar, termasuk primata yang dijual di pasar lokal.

Hindari juga kontak fisik dengan orang yang terinfeksi dengan cairan dan jaringan tubuh seseorang, termasuk darah, air mani, cairan vagina, dan air liur. Orang yang terjangkit virus Ebola paling cepat menular pada tahap akhir, biasanya ketika korban dalam keadaan parah atau bahkan sudah meninggal.

Ikutilah prosedur pengendalian infeksi virus Ebola, gunakanlah pakaian pelindung, seperti sarung tangan, masker, dan perisai mata. Jauhkan orang yang terinfeksi virus Ebola. Sterilkan segala instrumen kesehatan sebelum menjadi limbah rumah sakit. Mayat orang yang meninggal karena Ebola masih dapat menularkan virus Ebola. Tim khusus dan terlatih harus mengubur mayat menggunakan peralatan yang tepat.

loading...
Loading...
Yang Harus Diketahui Tentang Virus Ebola | lawas | 4.5