Loading...

Wajib Membayar Zakat Fitrah Bagi Setiap Muslim

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan atau dibayarkan oleh setiap badan baik itu laki-laki ataupun perempuan muslim yang mampu dengan beberapa syarat yang sudah ditetapkan.

Zakat fitrah diwajibkan bagi setiap badan atau individu termasuk juga bayi, bahkan meski ia baru lahir di sore hari tanggal akhir bulan Ramadhan.

Adapun fungsi atau tujuan dari mengeluarkan zakat fitrah adalah untuk membersihkan atau menyucikan diri dari harta-harta yang dimiliki di dunia.

Syarat Wajib Zakat Fitrah

Zakat fitrah diwajibkan bagi setiap orang dengan kriteria sebagai berikut:

  1. Individu yang mempunyai kelebihan makanan atau hartanya dari keperluan tanggungannya pada malam dan pagi hari raya.
  2. Anak yang lahir sebelum matahari jatuh pada akhir bulan Ramadan dan hidup selepas terbenam matahari.
  3. Memeluk Islam sebelum terbenam matahari pada akhir bulan Ramadan dan tetap dalam Islamnya.
  4. Seseorang yang meninggal selepas terbenam matahari akhir Ramadan.

Zakat Fitrah diwajibkan atas setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun budak, besar maupun kecil, bahkan wajib bagi bayi yang baru lahir dan orang sakit yang mendekati ajal sekalipun, yang memiliki kelebihan makanan bagi diri dan keluarganya pada tanggal 1 Syawal. Zakat Fitrah adalah zakat wajib yang bersifat universal, tanpa memandang gender, jenis kelamin, status social, suku bangsa, maupun umur.

Khusus untuk bayi, anak kecil dan istri maka yang wajib menunaikan zakat adalah laki-laki yang wajib menafkahinya yaitu ayah dan suami. Namun, bagi yang mampu dianjurkan membayar sendiri.

Jumlah Takaran Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan seorang Muslim menjelang hari raya Idul Fitri pada bulan Ramadhan.

Adapun besaran Zakat fitrah adalah 1 sha’ kurma atau gandum yang setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras. Zakat fitrah juga bisa diganti dengan makanan pokok yang biasa dikonsumsi oleh orang yang wajib mengeluarkan zakat.

Bolehkan Membayar Zakat Fitrah dengan Uang?

Dengan alasan kemudahan, maka sering kita jumpai bahwa kini banyak orang yang memilih untuk membayar zakat fitrah dengan menggunakan uang sebagai pengganti beras.

Adapun tentang penggantian uang sebagai alat untuk membayar zakat fitrah, sebagian melarang pembayaran zakat fitrah dengan uang secara mutlak, sebagian memperbolehkan zakat fitrah dengan uang tetapi dengan bersyarat, dan sebagian lain memperbolehkan zakat fitrah dengan uang tanpa syarat.

Sebagai solusi untuk yang ingin membayar zakat fitrah dengan uang adalah sebagai berikut:

Besaran uang yang digunakan untuk membayar zakat dihitung atau disesuaikan dengan jumlah takaran wajib zakat. Misalnya harga beras perkilogram adalah 12.000, maka uang yang harus dibayarkan adalah 2,5×12000 atau Rp 30.000.

Kemudian saat akan membayar atau menunaikan zakat fitrah, sebelum membaca niat dan diterima amil, niatkan atau ganti uang tersebut dengan beras. Atau istilahnya anda membeli beras dengan uang tersebut pada amil zakat. Setelah mendapatkan beras, baru setelah itu anda membaca niat membayar zakat.

Cara seperti ini menurut kami lebih baik dan lebih berhati-hati.

Salah satu alasan yang menjadi landasan membayar zakat bisa dengan uang adalah karena bisa jadi pada saat Idul Fitri jumlah makanan (beras) yang dimiliki oleh para fakir miskin jumlahnya berlebihan. Karena itu, mereka menjualnya untuk kepentingan yang lain. Dengan membayarkan menggunakan uang, mereka tidak perlu repot-repot menjualnya kembali yang justru nilainya mungkin bisa menjadi lebih rendah. Dan dengan uang itu pula, mereka dapat membelanjakannya sebagian untuk makanan, selebihnya untuk pakaian dan keperluan lainnya. Wallahu a’lam bish-shawab.

Waktu untuk Membayar Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim baik tua maupun muda, pria atau wanita. Namun untuk kapan waktu atau batasan wajib mengeluarkan zakat fitrah ini terjadi perbedaan pendapat.

Para ulama berbeda pendapat tentang batasan wajib. Imam Syafii, Ahmad, Ishaq, Tsauri dan Imam Malik dalam salah satu riwayatnya menyatakan, zakat fitrah itu wajib dengan sebab terbenamnya matahari pada akhir bulan Ramadhan, karena zakat fitrah itu diwajibkan untuk mensucikan orang berpuasa, sedangkan puasa itu berakhir dengan terbenamnya matahari, yang karenanya wajib zakat fitrah itu.

Abu Hanifah dan sahabatnya, Laits, Abu Tsaur dan Imam Malik dalam salah satu riwayatnya berpendapat, bahwa zakat fitrah itu wajib dengan sebab terbitnya fajar di hari raya karena zakat fitrah itu ibadah yang berhubungan dengan hari raya. Tidak boleh kewajibannya mendahului hari raya seperti qurban pada hari raya Idul Adha.

Namun demikian para Ulama membolehkan mendahulukan membayar zakat fitrah pada permulaan bulan Ramadhan seperti pendapat Imam Syafii, Imam Hanafi lebih longgar lagi dengan memperbolehkan membayar zakat fitrah, bersamaan dengan membayar zakat harta. Zaid berpendapat justru lebih longgar lagi, yaitu boleh mempercepat walaupun sampai dengan dua tahun seperti zakat harta.

Namun sebagaimana yang dijelaskan oleh Drs. H. Ahmad Supardi Hasibuan, MA. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau di laman Kementerian Agama, disitu disebutkan bahwa waktu pembayaran zakat fitrah dapat diklasifikasikan menjadi sebagai berikut :

1. Waktu yang Diperbolehkan (mubah) Membayar Zakat

Adapun waktu yang dibolehkan membayar zakat yaitu mulai dari awal bulan Ramadhan sampai penghabisan bulan Ramadhan. Pembayaran di awal bulan Ramadhan ini, justru lebih baik, sebab akan memudahkan bagi amil untuk mendistribusikannya secara tepat waktu, tepat sasaran dan tepat jumlah. Dan si mustahiq pun akan lebih mudah untuk menggunakannya sesuai dengan kebutuhannya yang paling mendesak.

2. Waktu Wajib Membayar Zakat

Waktu wajib membayar zakat fitrah adalah semenjak matahari terbenam pada akhir bulan Ramadhan.

3. Waktu yang Afdhal untuk Membayar Zakat Fitrah

Adapun waktu yang lebih afdhal untuk membayar zakat fitrah yaitu sesudah sholat subuh sampai dengan sebelum sholat Idul Fitri.

4. Waktu yang Makruh untuk Membayar Zakat Fitrah

Menurut pendapat sebahagian ulama, makruh hukumnya membayar zakat fitrah sesudah sholat Idul Fitri sampai sebelum terbenamnya matahari pada awal hari raya. Namun demikian, sebahagian yang lain berpendapat bahwa membayar zakat fitrah pada waktu ini tidak dianggap lagi sebagai zakat fitrah, tetapi dianggap sebagai shodaqah biasa.

5. Waktu yang Haram untuk Membayar Zakat Fitrah

Membayar zakat fitrah haram hukumnya dilakukan setelah matahari terbenam saat hari raya Idul Fitri. Jika seseorang lalai membayarkan zakat fitrahnya sampai dengan sesudah waktu yang ditetapkan habis, maka pembayaran zakat fitrah tetap menjadi hutangnya kepada Allah SWT dan wajib diqadha pada tahun depan.

Sumber: http://riau1.kemenag.go.id/index.php?a=artikel&id=510

Bacaan Niat Zakat Fitrah

Setiap amal ibadah itu tergantung dari niat. Adapun tempatnya niat adalah di dalam hati. Sementara membaca atau mengucapkan niat adalah bertujuan untuk menguatkan apa yang ada di dalam hatinya.

Terdapat sedikit perbedaan ucapan niat membayar zakat fitrah, yaitu niat zakat fitrah untuk diri sendiri, niat zakat fitrah untuk istri, niat zakat fitrah untuk anak laki-laki dan niat zakat fitrah untuk orang yang diwakili.

Berikut adalah contoh teks bacaan niat zakat fitrah dalam bahasa arab dan terjemahannya :

– Teks Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk diri sendiri.

نَوَيْتُ اَنْ اَخْرَجَ زَكَاةَ الفِطْرِ عَنْ نَفْسِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالىَ

( Nawaitu an-ukhrija zakatal fitri ‘an nafsi fardhoolillaahi ta ‘aala )

Artinya : Sengaja saya mengeluarkan zakat fitrah atas diri saya sendiri, Fardhu karena Allah Ta’ala

– Teks Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk istri

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِيْ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

( Nawaitu an-ukhrija zakatal fitri ‘an zaujati fardhoolillaahi ta ‘aala )

Artinya: Saya niat mengeluarkan zakat fitrah atas istri saya, Fardhu karena Allah Ta’ala

– Teks Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk anak laki-laki

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِيْ… فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

( Nawaitu an-ukhrija zakatal fitri ‘an waladi … fardhoolillaahi ta ‘aala )

Artinya : Saya niat saya mengeluarkan zakat fitrah atas anak laki-laki saya … (sebut namanya), fardhu karena Allah Ta’ala

– Teks Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk anak perempuan

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِيْ… فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

( Nawaitu an-ukhrija zakatal fitri ‘an binti … fardhoolillaahi ta ‘aala )

Artinya : Saya niat mengeluarkan zakat fitrah atas anak perempuan saya … (sebut namanya), fardhu karena Allah Ta’ala

– Teks Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk orang yang diwakili

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (…) فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

( Nawaitu an-ukhrija zakatal fitri ‘an … fardhoolillaahi ta ‘aala )

Artinya: Saya niat mengeluarkan zakat fitrah atas … (sebut nama orangnya), fardhu karena Allah Ta’ala

– Teks Bacaan Niat Zakat Fitrah untuk diri sendiri dan keluarga

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّىْ وَعَنْ جَمِيْعِ مَا يَلْزَمُنِىْ نَفَقَاتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

( Nawaitu an-ukhrija zakatal fitri ‘anni wa ‘an jamii’i maa yalzamuni nafaqootuhum syar’an fardhoolillaahi ta ‘aala )

Artinya: Saya niat mengeluarkan zakat fitrah atas diri saya dan atas sekalian yang saya diwajibkan memberi nafkah pada mereka secara syari’at, fardhu karena Allah Ta’aala.

Bacaan atau Do’a Penerima Zakat Fitrah

Amil atau orang yang menerima zakat fitrah, maka ia disunnahkan membaca doa berikut:

ءَاجَرَكَ اللهُ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَبَارَكَ فِيْمَا اَبْقَيْتَ وَجَعَلَ اللهُ لَكَ طَهُوْرًا

Artinya : Sengaja Allah senantiasa memberimu pahala, pada barang yang telah engkau berikan dan mudah-mudahan Allah memberikanmu berkah pada apa saja yang tinggal padamu serta mudah-mudahan dijadikannya kesucian bagi engkau.

Sumber: http://www.alkhoirot.net/2012/03/panduan-zakat.html#6

loading...
Loading...
happy moll story eror, niat bersentuh tubuh, arti surawung, bagi bokeb, gambar orang membayar zakat, happy mall story eror

Wajib Membayar Zakat Fitrah Bagi Setiap Muslim | akbar | 4.5