Persiapan Sebelum Berangkat Haji dan Umrah Agar Ibadah di Tanah Suci Tidak Terganggu

Selain memahami tata cara melaksanakan ibadah haji dan umrah, yang juga penting untuk menjadi perhatian adalah persiapan diri sebelum melaksanakan ibadah haji dan umrah tersebut. Karena bagaimana pun, bila seorang jamaah mengalami gangguan kesehatan, maka kelancaran dari pelaksanaan ibadah haji atau umrah akan terganggu.

Di tanah suci, banyak tersedia berbagai bahan makanan yang manis dengan kalori cukup tinggi seperti misalnya kurma, manisan, dan kue-kue. Karena itu, bila seorang jamaah haji atau umrah tidak mengatur pola makannya dan sembarangan dalam mengkonsumsi makanan- makanan tersebut, bisa jadi gula darahnya akan meningkat dengan tajam.

Selain masalah gula darah, berat badannya juga bisa naik tidak terkendali. Pada akhirnya, bila berat badannya berlebihan maka gerakannya dalam melaksanakan ibadah akan menjadi kurang lincah dan mudah mengalami kelelahan. Padahal kondisi tubuh yang fit dan prima sangat dibutuhkan selama menjalankan ibadah haji dan umrah.

Kondisi iklim di Arab Saudi yang jauh lebih ekstrim bila dibandingkan di Indonesia perlu diwaspadai. Karena itu sebelum berangkat untuk menjalankan ibadah haji dan umrah, maka seseorang diharuskan untuk menjaga mental dan juga kesehatan tubuh. Hal ini penting untuk menghindari masalah terganggunya kesehatan yang pada akhirnya akan mengganggu kelancaran proses ibadah.

Berikut ini adalah persiapan yang harus dilakukan sebelum berangkat menunaikan ibadah haji dan umrah di tanah suci yang bisa dilakukan:

1. Menjaga Kondisi Fisik

Sebenarnya, tidak jauh berbeda antara bagaimana cara menjaga kesehatan agar tetap prima selama menjalankan ibadah haji dan umrah dengan bagaimana cara menjaga kesehatan sehari- hari yang bisa kita lakukan. Perbedaannya hanya pada sikap atau perilaku kita yang dituntut untuk lebih bijak dalam memilih makanan atau melakukan kegiatan di tengah cuaca dan iklim yang jauh berbeda.

2. Konsultasi Medis

Jauh hari sebelum berangkat, calon jamaah haji dan umrah diharuskan utnuk melakukan konsultasi medis terlebih dahulu. Konsultasi perlu dilakukan setidaknya 4-6 minggu sebelum berangkat. Semua jenis keluhan tentang kondisi kesehatan harus kita sampaikan sewaktu melakukan konsultasi medis.

Konsultasi medis sendiri dapat dilakukan baik itu kepada dokter pertama (Puskesmas) dan dokter kedua (Dinas Kesehatan Kota atau Kabupaten). Dokter sebagai pihak yang memeriksa kondisi kesehatan seorang pasien juga harus menyampaikan hasil analisanya secara apa adanya. Hal ini penting dilakukan demi menjaga kesempurnaan terlaksananya seluruh kegiatan yang menjadi bagian dari ritual haji dan umrah nantinya.

Dengan mempersiapkan kesehatan sebaik mungkin dan membekali diri dengan pengetahuan tentang kondisi alam Arab Saudi, maka jamaah haji dan umrah akan lebih mudah dalam menjaga kesehatan dirinya, sehingga diharapkan ibadah mereka tidak akan terkendala oleh gangguan kesehatan.

loading...
About these ads

Loading...
Persiapan Sebelum Berangkat Haji dan Umrah Agar Ibadah di Tanah Suci Tidak Terganggu | akbar | 4.5