Penyakit yang Perlu Diwaspadai Saat Musim Hujan dan Banjir

penyakit saat musim banjirHampir setiap musim hujan datang, musibah banjir juga selalu terjadi, tak terkecuali jakarta sebagai ibu kota Indonesia juga ikut kebanjiran. Dan bahkan banjir jakarta tahun 2013 ini menggenangi hampir sekitar 40 persen dari wilayah Jakarta.

Musibah datangnya banjir bukan tanpa sebab, namun terjadi karena kesalahan manusia juga. Hutan banyak ditebangi yang mengakibatkan banyak lahan gundul, kebiasaan membuang sampai di suangai dan lainnya.

Saat musim hujan dan banjir, ada beragam penyakit yang bisa muncul. Masyarakat perlu mewaspadai berbagai penyakit yang timbul pada musim hujan dan banjir.

1. Diare
Saat banjir melanda, sumber air minum (sumur) ikut tercemar dan kotor. Begitu juga di pengungsian, di mana fasilitas dan sarana serba terbatas, termasuk ketersediaan air bersih.

Untuk mengantisipasi datangnya penyakit diare, masyarakat perlu membiasakan cuci tangan dengan sabun setiap akan makan atau minum serta sehabis buang hajat.

Selalu biasakan merebus air minum hingga mendidih setiap hari, menjaga kebersihan lingkungan, dan hindari tumpukan sampah disekitar tempat tinggal.

2. Demam berdarah
Pada musim hujan banyak sampah, seperti kaleng bekas, ban bekas, serta tempat-tempat tertentu terisi air, dan terjadi genangan untuk beberapa waktu. Genangan air itulah akhirnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti, nyamuk penular penyakit demam berdarah.

Masyarakat harus ikut berpartisipasi secara aktif melalui gerakan 3M (mengubur kaleng-kaleng bekas, menguras tempat penampungan air secara teratur, dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat).

Selain itu, segera bawa keluarga ke sarana kesehatan, bila ada yang sakit dengan gejala panas tinggi.

3. Penyakit leptospirosis
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira. Penularan penyakit leptospirosis adalah melalui kotoran dan air kencingnya.

Seseorang yang memiliki luka, kemudian bermain atau terendam air banjir yang sudah tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang tersebut berpotensi dapat terinfeksi dan jatuh sakit.

Untuk mencegah penyakit leptospirosis, selalu jaga kebersihan, hindari bermain air saat terjadi banjir, terutama bila ada luka. Gunakan pelindung, misalnya sepatu, bila terpaksa harus ke daerah banjir. Segera berobat ke sarana kesehatan bila sakit dengan gejala panas tiba-tiba, sakit kepala, dan menggigil.

4. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA)
Penyebab ISPA dapat berupa bakteri, virus, dan berbagai mikroba lainnya. Gejala utama penyakit ISPA adalah berupa batuk dan demam, mungkin juga disertai sesak napas, nyeri dada, dan lainnya.

Untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan akut, istirahat dan pengobatan simtomatis sesuai gejala. Selain itu, cegah penularan pada orang sekitar, antara lain dengan menutup mulut ketika batuk dan tidak meludah sembarangan.

loading...
Loading...
kepala sering nyeri karena sabu

Penyakit yang Perlu Diwaspadai Saat Musim Hujan dan Banjir | chsa | 4.5