Bromo! Indahnya Lautan Pasir Yang Terhampar

Bromo merupakan salah satu gunung yang begitu terkenal akan keindahannya. Namun banyak orang yang mengatakan bahwa ketika bertandang ke Bromo, mereka bukan naik gunung, tetapi berwisata.

Salah satu hal yang paling terkenal dari Bromo adalah lautan pasir yang luas terbentang dan juga indahnya menikmati matahari terbit di Gunung Pananjakan sambil menikmati kopi panas.

Menikmati indahnya matahari terbit di Gunung Pananjakan merupakan hal yang sangat berkesan dan benar-benar tidak bisa dilupakan oleh setiap orang yang pernah bertandang ke Bromo. Indahnya semburat jingga di kala menjelang menjadi penanda bahwa siang telah mulai menyapa.

Rute Menuju Lokasi Wisata Gunung Bromo

Untuk menuju ke Bromo, kebanyakan orang dari luar daerah memilih dari Malang. Meskipun sebetulnya bisa juga kita melakukan perjalanan lewat Surabaya. Jika anda memutuskan berangkat lewat Malang, maka anda dapat melewati rute Malang-Tumpang-Gubukklakah-Ngadas-Jemplang-Bromo. Sedangkan jika anda menggunakan rute Surabaya, maka anda bisa melewati jalur Surabaya-Probolinggo-Cemoro Lawang.

Gunung Bromo merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Jadi, gunung ini masih satu kawasan taman nasional dengan Gunung Semeru, tetapi medannya benar-benar berbeda.

Untuk menikmati setiap jengkal indahnya Bromo, anda bisa berjalan kaki jika mau. Namun, lebih disarankan untuk menunggangi kuda yang disewakan oleh penduduk sekitar sana. Kita bisa berjalan-jalan di lautan pasir yang begitu luas dan indah.

Lautan pasir ini bukan isapan jempol belaka, dengan luas 5.250 Ha membuat kita benar-benar takjub dengan kebesaran ciptaan Tuhan. Anda bisa lari ke sana kemari di lautan pasir ini menggunakan kuda yang disewakan.

Seperti dataran tinggi pada umumnya, suhu di gunung ini sangat dingin, yakni antara 3 – 20 deraja celcius. Anda harus membekali diri anda dengan pakaian yang bisa menghangatkan tubuh.

Sebelum anda pergi ke Bromo, sebaiknya rencakan perjalanan anda secara matang. Sebaiknya, anda sampai di Bromo pada petang menjelang malam hari. Setelah itu, anda bisa mencari penginapan maupun hotel dengan harga terjangkau di sana.
Dini hari, anda harus menyiapkan fisik yang kuat untuk mengeksplorasi indahnya Bromo. Pada dini hari inilah anda akan melihat indahnya matahari terbit yang indah dari atas sana.

Saat malam menjelang, sebaiknya anda berkoordinasi dengan tempat penyewaan mobil jeep untuk diantar melihat sunrise pada dini harinya. Jeep akan menjemput anda di penginapan atau hotel sekitar pukul 3 dini hari. Harga sewa jeep adalah sekitar 300 – 400 ribu dengan kapasitas 7 orang.

Sebelum anda dapat menikmati indahnya matahari terbit, anda harus terlebih dahulu mendaki setelah turun dari jeep. Waktu yang diperlukan untuk melakukan pendakian ini adalah 30 menit. Namun, jika anda merasa anda tidak kuat untuk mendaki, anda bisa menyewa kuda dengan harga 100 ribu untuk pulang pergi.

Namun percayalah, rasa lelah yang anda rasakan saat mendaki akan lunas terbayar dengan menatap indahnya Bromo dengan segala kemegahannya. Matahari mulai muncul dari peraduannya membawa harapan siang hari untuk segenap manusia.
Setelah anda puas menikmati indahnya matahari terbit, anda bisa berjalan-jalan untuk menjelajahi lautan pasir yang membentang luas seperti tidak berujung.

Selain keindahan alam yang begitu mempesona, keramahan Suku Tengger di Bromo ini menjadi sesuatu yang begitu menarik. Bagaimana tidak, kita sebagai orang yang baru datang diperlakukan dengan cara yang sangat sopan oleh mereka. Itulah mengapa, orang-orang begitu tertarik untuk mengunjungi segala keindahan Tuhan yang terpatri di Bromo.

loading...
Loading...
Bromo! Indahnya Lautan Pasir Yang Terhampar | akbar | 4.5