Biar Tidak Tertipu, Ini Cara Mendeteksi Daging Busuk atau Tidak

Demi mendapatkan keuntungan yang berlipat, banyak pedagang nakal yang menjual daging busuk yang dibuat seolah adalah daging segar. Padahal, mengonsumsi daging busuk sangat tidak baik bagi kesehatan. Mengonsumsi daging busuk bisa menyebabkan diare dan muntah-muntah, dan dalam kasus ekstrim bisa membahayakan jiwa.

Cara Mendeteksi Daging Busuk

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendeteksi bahwa daging yang dibeli adalah daging segar ataukan daging busuk yang sudah direkondisi sehingga tampak seperti segar.

Salah satu ciri daging busuk yang paling mudah diketahui adalah dari baunya. Daging busuk biasanya juga memiliki tekstur licin, yang menjadi tanda bahwa bakteri telah mulai berkembang biak pada permukaannya.

Cara Deteksi Kualitas Daging dengan Label Indikator

Selain dengan cara diatas, untuk mendeteksi daging yang berkualitas buruk hingga masuk kategori busuk bisa dengan menggunakan label indikator. Sebagaimana yang dikutip dari laman tribunnews.com, ada cara pembuatan label indikator yang sederhana dengan bahan yang juga mudah didapat.

loading...

Dokter Endang Warsiki, peneliti dari Institut Pertanian Bogor (IPB) menjelaskan tentang cara membuat label indikator daging busuk sebagai berikut:

Untuk membuat label indikator, bahan-bahan yang dibutuhkan yaitu agar-agar bubuk, tepung tapioka, gula, garam, susu putih cair, gula bubuk dan venol red.

Venol red inilah yang akan mendeteksi perubahan yang terjadi pada daging, sementara bahan lainnya itu hanya pembawa saja. Adapun untuk mendapatkan venol red bisa dibeli di toko bahan kimia, karena venol red ini biasanya ada banyak dijual di toko-toko bahan kimia.

Cara Membuat Label Indikator Kualitas Daging

Tahap awal, larutkan agar-agar bubuk, garam, dan tepung tapioka pada air dingin.

Selanjutnya, dimasukan bubuk venol red yang sebelumnya sudah dicairkan terlebih dahulu. Agar takarannya pas, maka harus dicairkan dulu secara terpisah.

Campuran dari bahan-bahan itu akan berubah warna menjadi oranye, karena pewarna dari venol red.

Kemudian cairan itu dipanaskan selama 15 menit, sampai mendidih dan berubah warna menjadi merah. Untuk proses pemanasannya bisa dilakukan dengan cara water bath, agar panasnya tidak langsung.

Setelah mendidih, wadah ditiriskan, dan masukan bahan-bahan yang tersisa yakni gula bubuk dan susu cair.

Tujuannya dimasukan setelah mendidih adalah agar gula tidak mengkristal dan susu tidak pecah saat keduanya ikut dipanaskan.

Tahap akhir, cairan tersebut kemudian disterilisasi selama 15 menit pada suhu 121 derajat Celcius. Tujuannya adalah untuk memastikan kebersihannya. Baru setelah itu dituang ke wadah, diamkan, kalau sudah dingin tinggal dipotong-potong dan siap digunakan.

Menurt Dokter Endang, label hasil inovasinya itu lebih sensitif pada pertumbuhan mikroorganisme yang terdapat pada daging.

“Kalau ada mikroba terlalu banyak, label itu akan menyebutkan kerusakan dengan perubahan warna,” kata dia.

Label itu akan menunjukkan tiga reaksi, yakni warna merah yang menunjukan kondisi daging masih segar, oranye harus segera dikonsumsi, dan kuning yang artinya sudah rusak.

Untuk mendeteksi kualitas produk, label bisa langsung ditempelkan pada bagian dalam kemasan. Perubahan warna pada label akan menjadi indikator tingkat kualitas produk.

Produk dengan kategori baik dinyatakan dengan warna merah bata, produk dalam kategori akan segera rusak dinyatakan dengan warna oranye, yang artinya harus segera dikonsumsi. Sementara, produk yang sudah masuk kategori rusak dinyatakan dengan warna kuning.

Adapun cara kerja label indikator itu yakni dengan mendeteksi bau yang tercium pada daging tersebut.

“Aktivitas mikroba seperti buang gas, akan merubah kondisi daging. Nah kalau label itu kena bau busuk gas mikroba, maka berubah warna,” urainya.

Makanya, label indikator itu harus disimpan di bagian dalam kemasan, agar mendeteksi kondisi melakui udara di dalam kemasan.

(dari berbagai sumber)

loading...
Loading...
ciri ciri daging rusa yang segar, cirir ciri daging rusa, cri cri dging rusa

Biar Tidak Tertipu, Ini Cara Mendeteksi Daging Busuk atau Tidak | akbar | 4.5