Benarkah Mitos Lapisan Lilin Pada Lapisan Mi Instan?

Tidak sedikit orang yang menghindari makan mi instan karena alasan kesehatan. Salah satu penyebabnya adalah beredarnya mitos seputar penggunaan lilin sebagai pelapis mi instan sehingga mi instan bisa awet dan tahan lama. Ketakutan akan bahaya lilin yang digunakan untuk melapisi mi instan semakin kuat dimana banyak juga artikel yang beredar yang memberitakan tentang hal tersebut.

Banyak artikel yang menyebutkan adanya lapisan lilin sebagai pengawet mi, dan itulah sebabnya mengapa mi instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Mengonsumsi mi instan setiap hari juga akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker.

Kenyataanya, informasi yang beredar tentang mi mengandung lilin selama ini adalah hanya mitos belaka. Hal ini disampaikan oleh Astri Kurniati dari Nutrifood research center dalam acara peluncuran buku 101 Mitos Kesehatan di Plaza Senayan, sebagaimana yang dikutip dari laman OkeZone, pada Rabu (3/13/2014).

“Mi instan mengandung lilin itu mitos. Enggak ada yang namanya mi instan dilapisi lilin,” ungkapnya.

loading...

Astri mengatakan, banyak beredar informasi yang salah mengenai mi instan. Salah satunya mi instan mengandung banyak pengawet. Hal itu pun dibantah oleh Astri. Menurutnya, kemasan mi sengaja dibuat kering, sehingga tidak heran mi instan bisa dikonsumsi lama.

“Proses mi itu digoreng sampai kering banget, makanya mi bisa bertahan lama. Jadi banyak masyarakat yang salah kalau makan mi itu airnya dibuang, karena takut mengandung lilin. Air bekas mi instan yang berwarna kuning sebagian dari lemak dan pati yang terlepas dari rebusan,” pungkasnya.

loading...
Loading...
Benarkah Mitos Lapisan Lilin Pada Lapisan Mi Instan? | lawas | 4.5