Bahaya Kabut Asap Kebakaran Hutan

Musim kemarau yang berkepanjangan membuat resiko terjadinya kebakaran hutan menjadi semakin besar. Hal ini lebih diperparah lagi karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga alam dan lingkungan. Karena ketika musim kemarau datang, banyak masyarakat yang membuka hutan untuk dibuat menjadi ladang, dan ketika pohon yang sudah ditebang kering dilanjutkan dengan membakarnya agar lokasi yang akan digunakan menjadi lebih bersih. Namun apa akibatnya?

Munculnya kabut asap dibanyak daerah Indonesia, khususnya Sumatera dan Kalimantan tidak hanya mengganggu transportasi, namun juga menyebabkan terganggunya kesehatan masyarakat. Hal ini karena di dalam kabut asap yang muncul terkandung banyak zat berbahaya.

Asap sendiri merupakan hasil atau produk dari pembakaran yang sempurna dan tidak sempurna, yang terdiri dari partikel partikel gas dan uap serta unsur unsur terurai yang dilepas dari suatu bahan yang terbakar.

Semua bahan yang dapat terbakar akan menghasilkan karbon monosida (gas CO) dan karbon dioksida (gas CO2) dalam jumlah besar. Selain itu juga akan mengeluarkan zat-zat beracun seperti nitrogen monoksida dan dioksida, gas sulfur, formaldehida (dikenal sebagai formalin), hidrokarbon, partikel dan zat oksidan, serta puluhan bahan beracun lainnya.

Dengan banyaknya kandungan zat berbahaya yang terdapat pada kabut asap, maka sangat mungkin bila orang yang menghirupnya akan beresiko besar terkena berbagai jenis gangguan penyakit.

Bahaya Asap Kebakaran Hutan

Sebagaimana yang dikutip dari laman Republika, berikut ini adalah 8 gangguan gangguan kesehatan yang dapat terjadi akibat kabut asap yang perlu untuk diwaspadai:

1. Kabut asap dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungki juga infeksi.

2. Kabut asap dapat memperburuk asma dan penyakit paru kronis lain, seperti bronkitis kronik, PPOK dll.

3. Kemampuan kerja paru menjadi berkurang dan menyebabkan orang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernapas.

4. Pada orang yang sudah usia lanjut dan anak-anak (juga mereka yang punya penyakit kronik) dengan daya tahan tubuh rendah akan lebih rentan untuk mendapat gangguan kesehatan.

5. Kemampuan paru dan saluran pernapasan mengatasi infeksi berkurang, sehingga akan menyebabkan lebih mudah terjadi infeksi.

6. Secara umum maka berbagai penyakit kronik juga dapat memburuk karena kabut asap hasil pembakaran hutan.

7. Bahan polutan di asap kebakaran hutan yang jatuh ke permukaan bumi juga mungkin dapat menjadi sumber polutan di sarana air bersih dan makanan yang tidak terlindungi.

8. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) jadi lebih mudah terjadi, utamanya karena ketidak seimbangan daya tahan tubuh (host), pola bakteri/virus dll penyebab penyakit (agent) dan buruknya lingkungan.

Entah disengaja atau tidak, namun yang pasti akibat dari kabut asap sangatlah mengganggu kehidupan dan ekosistem makhluk hidup. Karena itu, marilah kita jaga hutan yang merupakan paru-paru dunia. Jangan membuang puntung rokok sembarangan dan hindari membuka ladang dengan cara membakar hutan.

loading...
Loading...
bakteri yang terkandung dalam asap kebakaran hutan, apa saja bakteri dari asap, bakteri dari asap kebakaran hutan, gas yang dihasilkan dari bahaya kebakaran

Bahaya Kabut Asap Kebakaran Hutan | akbar | 4.5