Loading...

6 Mitos Salah Seputar Obat Medis

Ada banyak mitos-mitos yang beredar tentang obat-obatan. Bahkan mitos-mitos obat-obatan yang ada dipercaya oleh sebagian masyarakat. Yang lainnya merasa sangat fobia terhadap obat, sedangkan yang lain merasa bangga ketika lebih memilih obat tradisional ketimbang obat-obatan dari apotek atau rumah sakit. Ada juga yang lebih memilih suntik daripada memakan obat dengan cara ditelan. Selain itu, ada yang sangat bergantung terhadap obat.

Yang mana sebenarnya yang benar? Yang mana fakta dan yang mana mitor seputar obat khususnya obat yang dari apotek dan rumah sakit. Mari kita bahas mitos-mitos seputar obat yang harus Anda waspadai! Bagaimanapun obat tetap menjadi bagian dari kehidupan kita karena tidak ada yang tidak pernah sakit. Sekarang bergantung pada kita untuk menjadi bijak dalam hal memilih pengobatan.

1. Obat yang dosisnya makin tinggi akan juga mempercepat kesembuhan penyakit

Ya, ada yang berpikir bahwa dengan mengonsumsi obat berdosis lebih tinggi akan membuat penyakit lebih cepat sembuh. Cara ini benar-benar salah dan bahkan berbahaya bagi tubuh Anda. Dosis yang dinaikkan malah akan memberikan efek negatif dari obat tersebut yang akan bertambah, penyakit Anda bukannya malah sembuh tetapi tambah parah.

2. Obat mahal akan lebih manjur ketimbang obat murah

Ketakutan masyrakat adalah menganggap bahwa obat murah tidak bagus sehingga ada yang berusaha mati-matian untuk mendapatkan obat mahal. Padahal pada faktanya adalah obat generik memiliki kandungan yang hampir sama dengan obat paten / mahal. Jadi tidak perlu kuatir untuk memilih obat generik.

3. Suntik bermanfaat untuk mempercepat kesembuhan

Pendapat ini sepenuhnya salah. Terutama bagi penderita alergi obat, obat yang disuntikkan memiliki efek yang jauh lebih berbahaya bagi tubuh ketimbang obat yang diminum. Pada obat yang diminum, alergi yang disebabkan oleh obat masih bisa diatasi tetapi pada obat yang disuntikkan akan sangat sulit karena obat langsung menjalar ke pembuluh darah. Efek paling parah dan menakutkan adalah penderita dapat langsung meninggal karena tubuhnya tidak sanggup menerima obat tersebut.

4. Makan obat terus-terusan dapat menyebabkan kerusakan ginjal

Pendapat ini bisa dibantah dengan logika seperti ini: Ketika kita memiliki kerusakan ginjal, bukankah kita memerlukan obat untuk menyembuhkan penyakit ginjal kita tersebut? Sebagai contoh lain adalah bagi penderita diabetes atau darah tinggi, justru dengan menghentikan konsumsi obat ini dapat merusak fungsi ginjal mereka. Sebaliknya kita harus minum obat dengan cara yang benar dan teratur sesuai anjuran dokter untuk menyelamatkan ginjal.

5. Obat tradisional dan herbal lebih aman daripada obat apotek / rumah sakit

Ada yang berpendapat pengobatan tradisional dan obat herbal lebih aman, jadi tidak perlu kuatir ada efek samping. Pendapat ini tidak sepenuhnya benar karena justru ada obat tradisional / herbal yang memiliki efek yang lebih membahayakan, sebagai contoh bunga morfin dan sebagainya.

6. Vitamin adalah paling penting dalam mempertahankan kesehatan tubuh

Banyak orang yang merasa bahwa vitamin harus terus dicukupi sehingga tidak jarang orang mengosumsi vitamin terlalu berlebihan. Padahal tubuh hanya perlu dicukupi dengan sedikit asupan vitamin karena tubuh dirancang untuk bisa menghasilkan vitamin sendiri.

loading...
Loading...
mixalgin, obat mixalgin, obat meriang generik, omedrinat, jeda waktu minum obat setelah makan durian, obat sekelan, obat tradisional penyakit sekelan, megasonum, kegunaan obat mixalgin, obat meriang di apotik, obat masuk angin di apotik, manfaat walang sangit untuk kesehatan, kacer sakit tenggorokan, bolehkah minum obat setelah minum wedang jahe, manfaat obat mixalgin, obat omedrinat, mixalgin obat apa, sekelan, obat kelingsir, mitos walang sangit, obat borok di apotik, obat jeleh, mixalgin adalah obat, obat tradisional kena getah mangga, minum tolak angin setelah minum obat, saledril, obat beser tradisional kumpulan tips, manfaat mixalgin, obat butir, manfaat obat mixalgin erela

6 Mitos Salah Seputar Obat Medis | akbar | 4.5